Blog

Olahraga yang Aman bagi Penderita Osteoporosis

Olahraga yang Aman bagi Penderita Osteoporosis

Osteoporosis atau sering dijuluki silent killer adalah penyakit yang disebabkan oleh berkurangnya massa/kepadatan tulang, sehingga tulang menjadi keropos dan rapuh. Osteoporosis membuat penderitanya rentan mengalami patah tulang akibat terjatuh, terkena benturan ringan, atau bahkan karena bersin! Osteoporosis paling sering menyebabkan patah pada tulang pinggul, punggung, dan pergelangan tangan.

Orang yang mengalami osteoporosis tak perlu takut berolahraga karena khawatir mengalami patah tulang. Justru jika mereka tidak berolahraga, otot tubuh bisa melemah dan tak kuat menopang tubuh. Olahraga pada penderita osteoporosis lebih diutamakan untuk menguatkan otot-otot yang melindungi tulang dan menopang tubuh, seperti kaki, sekitar perut dan punggung. Selain itu, olahraga juga penting untuk meningkatkan keseimbangan agar tak mudah jatuh.

Baca juga Bermasalah dengan Kesehatan Fisik dan Mental? Yuk Pelajari Mindfulness

Aktif bergerak dan berolahraga merupakan salah satu cara mencegah penyakit osteoporosis, penurunan massa tulang yang membuat tulang menjadi tipis, rapuh dan mudah patah. Meskipun demikian, penderita osteoporosis juga disarankan tetap berolahraga. Dengan catatan tetap berhati-hati karena kondisi tulang yang sudah rentan.

Agar tidak salah pilih, berikut daftar aktivitas fisik yang aman bagi penderita osteoporosis.

1. Latihan kekuatan, terutama untuk punggung atas

Latihan yang sifatnya low-impact dapat membantu mempertahankan kepadatan tulang sekaligus meningkatkan kekuatan otot secara aman. Penderita osteoporosis juga dapat memanfaatkan berat tubuhnya atau beban yang ringan, serta melakukan latihan ketahanan menggunakan pita elastis untuk melatih kekuatan tubuhnya. Yang penting, saat berolahraga selalu ingat untuk menjaga postur dan teknik latihan yang tepat.

Baca juga Jin Shin Jyutsu, Solusi Memulihkan Berbagai Masalah Batin dan Raga

2. Aerobik sekaligus latihan beban

Jalan kaki, menari, senam aerobik low impact, latihan menggunakan mesin elliptical training, dan berkebun termasuk dalam olahraga aerobik sekaligus latihan beban. Sebab, semua latihan itu dilakukan sambil berdiri, sehingga kaki akan bekerja menopang berat badan. Latihan ini akan memperlambat penurunan kepadatan tulang pada kaki, pinggul, dan punggung bawah, sekaligus melatih kerja jantung dan paru-paru. Jika Anda gemar berenang, cobalah berjalan maju-mundur-ke samping di dalam air untuk memberi beban pada tulang.

3. Latihan kelenturan

Melakukan olahraga seperti senam, tai chi, atau yoga bisa memperkuat tulang dan melenturkan sendi-sendi sehingga tak mudah terjadi cedera. Apabila kekuatan dan daya tahan telah meningkatkan, kita bisa menambahkan waktu latihan.

Baca juga 9 Cara Ampuh Mencegah Diabetes di Usia Muda

4. Latihan keseimbangan

Untuk mencegah tubuh terjatuh dan osteoporosis semakin parah, latihan keseimbangan menjadi sangat penting bagi penderita osteoporosis. Latihan fisik seperti Pilates, yoga, dan tai chi dapat melatih kekuatan otot untuk menjaga keseimbangan.

Teaser INOFARMA 2.0

 

Silakan kunjungi laman produk Inolabs Indonesia lainnya seperti Software Apotek, Software Klinik, dan Software Rumah Sakit yang semuanya berbasis web.