Blog

Mau Jadi Apoteker? Kuliah Farmasi Saja Tidak Cukup!

Mau Jadi Apoteker? Kuliah Farmasi Saja Tidak Cukup!

Sebelum memutuskan untuk berkarir sebagai seornag apteker, kita dalami dulu seluk beluk tentang profesi ini. Apoteker (kalau di luar negeri lebih sering disebut Pharmacist / Farmasis) adalah sarjana farmasi yang telah lulus pendidikan profesi Apoteker dan telah mengucap sumpah jabatan Apoteker. Untuk menjadi seorang Apoteker kita harus menempuh pendidikan Sarjana Farmasi selama 4 tahun kemudian dilanjutkan dengan pendidikan profesi Apoteker selama satu tahun.

Mahasiswa farmasi pasti identik dengan yang namanya praktikum dengan waktu yang sangat lama. Bahkan ada mata kuliah yang praktikumnya 1 sks tapi bisa sampai 6 atau bahkan 8 jam. Bagi mahasiswa farmasi yang harus mengerjakan laporan, tugas dan ikut kegiatan mahasiswa, praktikum selama ini sangat menyita waktu. Sehingga, sangat memungkinkan bagi para mahasiswa merasa bosan dengan Kimia Organik, Kimia Dasar, Farmakologi-Toksikologi, Compounding dan praktikum lainya.

Pada perkuliahan apoteker kamu sudah gak lagi ada mata kuliah dengan praktikum di laboratorium. Kamu bakal banyak kuliah dengan kasus nyata di lapangan. Selain itu, kamu bakal belajar gimana caramya menganalisis kasus itu dan mencari penyelesaian masalahnya.

Dalam kuliah profesi apoteker para mahasiswa nantinya akan belajar dengan banyak praktisi yang sudah memiliki pengalaman praktik yang cukup tinggi. Metode pembelajarannya pun tidak dengan slide presentasi, melainkan dengan kasus-kasus yang terjadi di rumah sakit, maupun di industri farmasi. Jadi para mahasiswa tidak banyak harus mempelajari teori, tetapi langsung terjun untuk menganalisa kasus nyata.

Dengan dmeikian, lulusan apoteker banyak dibutuhkan untuk mengisi kekosongan di rumah sakit dan industri farmasi. Jadi setelah mendapat gelar apoteker, kesempatan para SDM untuk bekerja akan lebih besar daripada hanya berhenti dengan gelar sarjana farmasi. Bagaimana, masih ragu-ragu untuk lanjut ke kuliah profesi apoteker?