Kenali 5 Metode Inventaris Ini, Kamu Yang Mana?

Published on 05 Desember 2023

Kenali 5 Metode Inventaris Ini, Kamu Yang Mana?

Dalam operasional bisnis, inventaris yang baik merupakan kunci penting untuk menjaga kelancaran proses produksi dan operasional perusahaan. Pengelolaan inventaris yang baik dan tertata rapi sangat penting untuk memastikan bahwa barang-barang tersebut digunakan secara efisien dan efektif, serta untuk menghindari kehilangan atau kerusakan.
Ada berbagai metode pengelolaan inventaris yang masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Maka penting untuk mengenali dan memahasmi metode-metode tersebut agar bisa memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik bisnis atau perusahaan Anda.
 
1. Metode FIFO dan LIFO
Metode FIFO (First-In, First-Out) adalah pendekatan yang mendasarkan pengeluaran barang berdasarkan urutan kedatangannya. Artinya, barang yang pertama kali masuk ke dalam gudang juga yang pertama kali dijual atau digunakan. Metode ini membantu menghindari risiko penyusutan nilai barang dan sesuai untuk bisnis dengan stok yang cenderung cepat kedaluwarsa. Sebaliknya, metode LIFO (Last-In, First-Out) mengambil barang terakhir yang masuk sebagai barang pertama yang dijual atau digunakan. Meskipun metode ini sederhana, LIFO dapat menyebabkan penyusutan nilai stok, terutama dalam situasi inflasi. Bisnis yang mengutamakan kecepatan penjualan mungkin menemukan LIFO sebagai metode yang lebih sesuai.
 
2. Metode ABC (Activity-Based Costing)
Metode ABC memandang stok sebagai aktiva yang memiliki biaya terkait dengan aktivitas tertentu. Barang diidentifikasi berdasarkan kepentingan ekonomi, dan alokasi biaya dilakukan berdasarkan kontribusi relatifnya terhadap keuntungan perusahaan. Metode ini membantu fokus pada item stok yang memiliki dampak keuangan yang lebih besar.
 
3. Metode JIT (Just-In-Time)
Metode JIT bertujuan untuk mengurangi biaya penyimpanan stok dengan mengelola suplai sesuai kebutuhan produksi. Ini memerlukan sinkronisasi yang cermat antara proses produksi dan pasokan barang. Meskipun memerlukan perencanaan yang hati-hati, JIT dapat mengurangi risiko kelebihan stok dan mempercepat alur kas bisnis.
 
4. Metode EOQ (Economic Order Quantity)
EOQ memfokuskan pada penentuan jumlah optimal barang yang harus dipesan untuk menghindari kelebihan stok atau kekurangan stok. Dengan mempertimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan, EOQ membantu perusahaan menentukan tingkat stok yang ekonomis dan efisien.
 
5. Metode RFID (Radio-Frequency Identification)
Teknologi RFID memanfaatkan gelombang radio untuk melacak stok secara real-time. Dengan memasang tag RFID pada setiap barang, perusahaan dapat memantau persediaan dengan akurat dan mengurangi risiko kehilangan atau pencurian stok. RFID menjadi solusi efektif dalam lingkungan bisnis yang kompleks.
 
Dalam menentukan metode inventaris yang optimal, seringkali tidak cukup hanya memilih satu metode. Sebaliknya, bisnis seringkali memadukan beberapa metode untuk mencapai keseimbangan antara akurasi, efisiensi, dan biaya. Kesesuaian metode inventaris harus disesuaikan dengan sifat bisnis, jenis produk, dan tujuan strategis perusahaan.
 
Dengan memahami dan mengadopsi metode inventaris yang sesuai, bisnis dapat mengoptimalkan manajemen stok mereka, meningkatkan efisiensi operasional, dan meraih kesuksesan dalam lingkungan bisnis yang kompetitif.

Inventaris Metode Inventaris