Blog

Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan

Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan

Banyak orang yang mengabaikan gejala sakit ginjal, karena memang kebanyakan menganggap gejala sakit ginjal bukan masalah yang serius. Padahal, ginjal adalah salah satu organ tubuh penting yang berfungsi untuk menyaring kotoran dan racun yang dibawa oleh darah. Nah, kotoran dan racun tersebut akan dibuang bersamaan dengan urin. Lalu apa saja gejala yang terdapat pada organ ginjal yang sakit?

Gejala awal penyakit ginjal terkadang tidak benar-benar disadari atau tidak muncul, hingga pada akhirnya fungsi utama ginjal mulai menurun. Penurunan fungsi ginjal biasanya ditandai dengan gejala berupa:

  • Jumlah urine sedikit.
  • Kulit pucat, gatal, dan sangat kering.
  • Mual, muntah, dan nafsu makan menurun.
  • Bengkak di beberapa bagian tubuh, seperti mata dan pergelangan kaki.
  • Terjadinya kram otot, khususnya otot bagian kaki.
  • Napas pendek atau munculnya rasa lelah yang terus menerus.
  • Bau napas tidak enak dan tercium seperti bau urine.
  • Mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Jika terjadi pada anak-anak, biasanya gejala awal penyakit ginjal meliputi sering mengantuk, nafsu makan berkurang, pertumbuhan lambat dan mudah merasa lelah.

Penyakit ginjal bisa terjadi pada siapapun, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Bahkan penyakit ini juga dapat terjadi pada orang yang memiliki ginjal sehat atau pada seseorang yang sudah memiliki masalah ginjal sebelumnya.

Beberapa faktor risiko, seperti usia atau riwayat keluarga, memang berada di luar kendali Anda. Akan tetapi, Anda masih bisa mengontrol faktor risiko penyakit ginjal lainnya yang mungkin dapat membantu memperlambat atau bahkan mencegah penyakit ini.

Berikut beberapa perubahan gaya hidup sehat yang dapat Anda dan keluarga Anda lakukan untuk mencegah penyakit ginjal:

  • Menjaga tekanan darah agar selalu berada dalam kisaran normal dapat membantu ginjal Anda bekerja lebih optimal. Bagi kebanyakan orang, target tekanan darah kurang dari 140/90 mm Hg. Selain itu, aturlah agar kadar sodium kurang dari 2.300 miligram (mg) setiap hari.
  • Jika Anda memiliki diabetes, kontrollah kadar glukosa darah Anda. Gula darah yang terkontrol dengan baik dapat membantu mencegah atau menunda komplikasi diabetes, termasuk penyakit ginjal.
  • Perhatikan asupan makanan Anda. Perbanyaklah mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Hindari mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan purin, seperti jeroan. Makanan yang tinggi purin dapat meningkatkan kadar asam urat yang pada akhirnya dapat mengganggu fungsi ginjal. Bila Anda ingin mengonsumsi susu, keju atau produk sejenisnya, pilihlah yang rendah lemak.
  • Lakukan olahraga secara teratur. Olahraga dapat menjaga berat badan Anda stabil dan menurunkan tekanan darah, sehingga menurunkan risiko terkena penyakit ginjal dan bahkan penyakit kronis lainnya.
  • Selalu berhati-hati ketika ingin mengonsumsi obat-obatan, termasuk suplemen, herbal, dan vitamin. Beberapa suplemen mengandung asam amino tinggi yang dapat mengganggu kerja ginjal. Bila anda ingin mengonsumsi suplemen, konsumsilah sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasan. Pastikan pula obat-obatan yang Anda minum aman. Terutama bila Anda meminum obat herbal apalagi yang berupa racikan, pastikan obat tersebut terdaftar di BPOM.
  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh Anda dengan banyak minum. Kebutuhan air bervariasi pada setiap orang. Yang terpenting, minumlah setiap kali Anda merasa haus, sehingga kebutuhan air Anda terpenuhi. Konsumsi air yang terlalu banyak, tanpa disertai penambahan keseimbangan asupan garam baik dari makanan dan minuman, akan menurunkan konsentrasi garam dalam darah. Namun bila Anda terlanjur mengalami penyakit ginjal, patuhi batasan konsumsi cairan harian yang telah ditetapkan dokter.
  • Selain air, Anda juga dapat mencukupi kebutuhan cairan dari makanan seperti sup dan sayur serta buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Bila Anda termasuk aktif berolahraga, cukupi kebutuhan cairan dalam jumlah yang lebih banyak.
  • Hindari rokok karena dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah Anda. Tekanan darah yang meningkat dapat menyebabkan terganggunya fungsi ginjal.
  • Yang tak kalah penting, hindari stres. Anda dapat menghindari stres dengan melakukan hal-hal yang dapat membuat Anda senang, seperti berolahraga, melakukan yoga, mendengarkan musik atau bahkan mengobrol dengan teman.

Silakan kunjungi laman produk Inolabs Indonesia lainnya seperti Software Apotek, Software Klinik, dan Software Rumah Sakit yang semuanya berbasis web.