Blog

Apa Itu Perilaku Windows Shopping?

Apa Itu Perilaku Windows Shopping?

Pengguna internet pasti tidak asing dengan kata e-commerce (electronic commerce). E-commerce merupakan konsep jual-beli barang dan jasa yang dilakukan melalui internet. Sehingga pengguna internet akan lebih mudah untuk melakukan transaksi belanja online. Tidak perlu datang langsung ke toko jika ingin membeli sesuatu dan tidak perlu pula memiliki toko jika modal bisnis belum mencukupi. Cukup dengan membuka aplikasi e-commerce yang dimiliki, seperti Bukalapak, Lazada, Tokopedia, dan lainnya.

Sudah banyak konsumen yang memanfaatkan aplikasi e-commerce untuk kebutuhan belanja online, apalagi di saat pandemi seperti ini. Aturan pemerintah untuk tetap di rumah memaksa masyarakat Indonesia untuk mengurangi mobilitas yang tidak penting. Namun, ada saja konsumen yang sekedar memanfaatkan e-commerce sebagai pengisi waktu luangnya, yaitu dengan melihat-lihat katalog tanpa ada niat untuk membelinya. Perilaku ini disebut online windows shopping. Pelaku windows shopping cenderung menghabiskan banyak waktu hanya untuk memuaskan rasa penasarannya. Ia merasa harus mengetahui produk terbaru dari sebuah brand atau produk apa saja yang sedang diskon, tapi pada akhirnya ia tak membeli apa-apa. Namun, perilaku ini dapat menguntungkan konsumen jika ia pandai mengendalikan waktu yang dimilikinya. Keuntungan apa sajakah itu?

Konsumen lebih mempertimbangkan barang yang akan dibeli olehnya

Pelaku windows shopping tidak memiliki keinginan untuk berbelanja, ia hanya gemar melihat katalog di online shop atau pertokoan. Maka dari itu, ia akan mengetahui berbagai macam harga dan kualitas dari barang tertentu. Sehingga ia dapat membeli barang yang tepat baginya. Pelaku pun akan pandai menentukan waktu yang tepat untuk membelinya, tidak terburu-buru hanya karena nafsu belanjanya.

Konsumen memiliki motivasi tinggi untuk membeli barang impiannya

Perilaku windows shopping dapat dimanfaatkan sebagai pemicu bagi pelakunya untuk bekerja keras mendapatkan apa yang diinginkan. Setelah pelaku mengetahui barang apa yang ia butuhkan dan berapa harga barang tersebut, maka ia memiliki target yang jelas.

Konsumen memiliki banyak inspirasi dari katalog yang dilihatnya

Dari barang-barang yang sering dilihat oleh pelaku windows shopping, pelaku tentu akan memiliki puluhan referensi. Entah dari warna barang, bentuk, serta harganya. Maka ketika pelaku sedang ingin mendekorasi rumahnya, ia sudah mengetahui barang-barang apa saja yang harus dibeli. Begitu pun saat ia mix and match pakaian yang ingin ia kenakan.

Bagaimana, apakah kamu termasuk pelaku dari windows shopping? Jika iya, maka manfaatkan kebiasaanmu agar menjadi konsumen yang cerdas. Kendalikan waktumu saat melakukan windows shopping dan jangan biarkan dirimu menjadi frustasi hanya karena tidak bisa membeli barang yang kamu inginkan.