Blog

6 Level Valuasi Perusahaan Startup Digital

6 Level Valuasi Perusahaan Startup Digital

Tak diragukan lagi bahwa perkembangan perusahaan startup semakin tinggi, khususnya di Indonesia. Tercatat di Startup Ranking, Indonesia telah memiliki 2.219 startup. Seperti yang disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, pada tahun 2021, Indonesia berhasil menempati posisi kelima di bawah Amerika Serikat yang memiliki 66.806 startup, India 9.349 startup, Inggris 5.548 startup, dan Kanada 2.850 startup.

Namun, tahukah kamu? Perusahaan startup akan memiliki tingkat valuasi yang berbeda dari awal merintis hingga sukses menjadi perusahaan global. Valuasi sendiri merupakan nilai ekonomi dari sebuah bisnis berdasarkan beberapa faktor yang dipertimbangkan. Nah, dari jumlah startup yang semakin banyak, maka semakin beragam pula level atau tingkat valuasi perusahaan tersebut. Mari kita simak ulasannya.

Cockroach

Cockroach merupakan level pertama perusahaan startup. Pada level ini perusahaan baru saja merintis sehingga nilai valuasi yang dimiliki masih terbilang sedikit. Untuk memperbesar nilai valuasi, perusahaan akan menarik angel investor untuk mengikutsertakan modalnya kepada perusahaan. Dari modal tersebut, investor pun akan mendapatkan obligasi koncersi atau ekuitas kepemilikan.

Ponies

Level selanjutnya adalah ponies. Perusahaan pada level ini memiliki nilai valuasi 10 Juta USD atau berkisar 140 Miliar Rupiah. Investor akan mempertimbangkan perusahaan pada level ini jika perusahaan berhasil mempertahankan dan mengembangkan lagi nilai valuasi yang dimilikinya. Tidak sedikit perusahaan ponies yang semakin berkembang pada level ini, diantaranya adalah Bobobox (11,5 Juta USD), Investree (23,5 Juta USD), dan lain-lain.

Centaurs

Centaurs merupakan level ketiga perusahaan startup. Istilah centaurs digunakan bagi perusahaan yang memiliki nilai valuasi hingga 100 Juta USD atau sekitar 1,40 Triliun Rpiah. Perusahaan pada level ini akan menarik investor dari kelas atas. Para investor pun akan mulai percaya untuk menambah jumlah modal yang diikutsertakan di perusahaan tersebut. Beberapa perusahaan di Indonesia telah mencapai level ini adalah Ruangguru (500 Juta USD), TaniHub (>100 Juta USD), Ralali (>100 Juta USD), Modalku (>100 Juta USD), dan lainnya.

Unicorn

Unicorn merupakan level perusahaan startup yang nilai valuasinya mampu menembus 1 Miliar USD atau sekitar 14,1 Triliun Rupiah. Pada tahun 2021, Indonesia baru memiliki 6 perusahaan unicorn, yaitu Traveloka (3 Miliar USD), Bukalapak (5 Miliar USD), Tokopedia (7 Miliar USD), OVO (2,9 Miliar USD), JD.id, dan J&T Express (7,8 Miliar USD).

Decacorn

Level kelima adalah decacorn, yakni perusahaan startup yang telah memiliki nilai valuasi sebesar 10 Miliar USD atau setara dengan 140 Triliun Rupiah. Satu-satunya startup Indonesia yang berhasil mencapai level ini adalah perusahaan Gojek. Pada tahun 2019, Gojek mendapat pendanaan dari Google, Tencent, dan JD.com, yang menambah nilai valuasinya hingga 10 Miliar USD.

Hectocorn

Level tertinggi perusahaan startup adalah hectocorn. Perusahaan pada level ini telah memiliki nilai valuasi sebesar 100 Miliar USD atau sekitar 1.400 Triliun Rupiah. Perusahaan global yang telah mencapai level ini tentu bukan perusahaan sembarangan, sebab hanya terdapat paling banyak 3 perusahaan baru yang berhasil memasuki level Hectocorn. Beberapa diantaranya adalah Apple, Microsoft, Google, Facebook, dan Amazon.

Setelah mengetahui tingkatan startup di Indonesia, kamu pasti jadi paham bahwa penting untuk mengukur nilai valuasi suatu perusahaan. Selain berfungsi sebagai informasi bagi para investor, nilai valuasi juga dapat menjadi penentu harga jual perusahaan jika terjadi merger atau ada perusahaan lain yang tertarik untuk mengakuisisinya. Semoga kamu semakin paham, ya!