Blog

Tak Sekedar Jualan Obat, Inilah Tugas Apoteker yang Sesungguhnya

Tak Sekedar Jualan Obat, Inilah Tugas Apoteker yang Sesungguhnya

Anda pasti sudah tidak asing dengan profesi apoteker. Keberadaannya sering kita temui di apotek atau klinik-klinik medis maupun rumah sakit. Bisa jadi Anda cuma tahu kalau apoteker bertugas menjual obat. Padahal bukan begitu.

Tugas apoteker ternyata cukup rumit dan tidak sembarangan lho.

Apoteker merupakan salah satu bagian dari tim pelayanan kesehatan profesional yang bekerja di suatu farmasi, baik farmasi rumah sakit atau industri farmasi. Tugasnya berfokus pada keefektifan serta keamanan penggunaan obat, seorang apoteker memiliki tugas untuk mendistribusikan obat-obatan.

Selain itu, seorang apoteker juga bertugas dalam mensortir obat-obat yang masih dapat digunakan dan obat yang sudah kadaluarsa. Apoteker juga bisa membantu menyarankan apakah Anda perlu bertemu dokter, mencarikan berbagai pilihan obat, serta memberitahu tentang efek samping dari setiap obat.

Untuk menjadi seorang apoteker, seseorang harus menjalani pendidikan tingkat universitas dan mempelajari beberapa hal seperti cara penggunaan obat, efek samping obat, efek terapi dari suatu obat, interaksi obat dengan senyawa atau obat lain, mengawasi batas-batas penggunaan dan reaksi obat, dan mempelajari mekanisme kimia dan kerja obat di dalam tubuh.

Apa yang dipelajari ini akan disambungkan atau dipasangkan dengan patofisiologi, anatomi, dan fisiologi tubuh manusia. Untuk melakukan pekerjaannya ini, seorang apoteker harus sudah terdaftar sebelumnya dalam suatu badan pengawas, yaitu Ikatan Apoteker Indonesia.

Jika dirangkum dari hal-hal di atas, secara garis besar apoteker bertanggung jawab untuk melakukan tugas berikut ini:

1. Mendesain, memroduksi, dan mendistribusikan obat.

2. Mengawasi apakah obat yang diresepkan dokter telah sesuai dan berkualitas serta aman untuk pasien.

3. Melakukan konsultasi dengan pasien.

4. Menjelaskan efek samping obat.

5. Menjelaskan makanan/obat apa yang harus dihindari saat sakit atau hamil.

6. Menghitung dosis obat yang khusus per individu terutama bayi, anak-anak, geriarti, dan penyakit tertentu.

7. Melakukan penelitian tentang obat, sehingga obat selalu berkembang untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui bukti-bukti yang ilmiah.

Apoteker merupakan salah satu tenaga ahli pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab dalam memilih dan menyerahkan obat untuk Anda. Meskipun apoteker memiliki pengetahuan mengenai obat dan penyakit, tidak dianjurkan bagi Anda membeli obat keras tanpa resep.

Dokter lebih paham mengenai kondisi kesehatan Anda secara umum.Perhatikan juga apotek tempat Anda membeli obat, apakah apoteker tersebut terdaftar dalam Ikatan Apoteker Indonesia atau tidak, dan apakah sudah mengantongi izin atau belum.

 

Silahkan kunjungi laman produk Inolabs Indonesia lainnya seperti Software Apotek, Software Klinik, dan Software Rumah Sakit yang semuanya berbasis web.