Blog

Bagaimana Cara Mencegah Stroke di Usia Muda?

Bagaimana Cara Mencegah Stroke di Usia Muda?

Tahukah Anda bahwa stroke juga dapat menyerang seseorang yang berusia muda? Pada 2010, sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Stroke, menemukan antara 1988 hingga 2004, serangan otak tiga kali lipat terjadi pada perempuan berusia 35 hingga 54 tahun.

Bahkan pada pertengahan tahun 1990 hingga awal 2000, penelitian yang dipublikasikan di Neurology menunjukkan adanya peningkatan stroke sekitar 54 persen terhadap orang dewasa yang berusia 20 hingga 45 tahun. Kita mungkin berpikir bahwa stroke tidak akan menyerang seseorang yang berusia muda. Mitos tersebut kini terbantahkan.

Menurut S. Ausim Azizi, MD, pimpinanan jurusan Neurology dan dosen neurology Temple University Medical School di Philadelphia, “Dibandingkan stroke pada usia lanjut, stroke di usia muda adalah penyakit yang berbeda.” Infeksi, trauma gangguan jantung, dehidrasi, sickle cell disease bisa menjadi penyebab paling umum stroke pada usia muda.

Ada beberapa gejala yang dapat perhatikan, untuk memudahkannya biasanya disebut dengan “FAST“:

FFace (wajah), caranya dengan menundukkan wajah Anda, cobalah untuk tersenyum. Jika Anda tidak bisa mengangkat kedua sisi mulut, maka mungkin ada sesuatu yang salah.

A: Arm (lengan), cobalah untuk mengangkat lengan. Jika salah satu tangan Anda jatuh lunglai ke bawah, maka Anda perlu waspada.

S: Speech (bicara), cobalah untuk berbicara, ucapkan kalimat mudah. Jika terdapat keanehan dalam pelafalan kata, seperti mendadak cadel, maka Anda harus segera menganalisis gejala lainnya.

T: Time (waktu), Jika semua gejala itu Anda alami, maka jangan buang waktu lagi, segera pergi ke dokter!

Tindakan yang bisa Anda lakukan agar tidak terserang stroke di usia muda, di antaranya:

1. Pola makan sehat

Pola makan tidak sehat, misalnya sering mengonsumsi makanan cepat saji, gorengan, atau makan dalam porsi berlebihan dapat meningkatkan risiko stroke di usia muda. Jadi, agar risiko ini bisa ditekan, Anda wajib mengubah pola makan sehari-hari.

Ganti makanan cepat saji dengan sayur maupun buah-buahan segar, dan cobalah untuk membatasi segala asupan yang mengandung kolesterol serta sodium. Selain itu, sesuaikan juga porsi makan Anda setiap hari: jangan terlalu sedikit, apalagi hingga berlebihan.

2. Tingkatkan aktivitas fisik

Malas bergerak merupakan salah satu faktor risiko stroke. Jadi, tindakan yang wajib Anda lakukan jika tak ingin terkena penyakit berbahaya tersebut adalah dengan meningkatkan aktivitas fisik alias berolahraga secara rutin dan teratur.

Tak perlu melakukan olahraga berat, yang penting badan tetap bergerak. Adapun beberapa jenis olahraga yang bisa dijadikan pilihan, yaitu joging, berjalan, berenang, bersepeda atau lainnya sesuai minat Anda. Pastikan Anda berolahraga setidaknya tiga puluh menit sehari, sebanyak tiga kali dalam seminggu.

3. Jaga berat badan tetap ideal

Jika Anda obesitas, lakukanlah upaya untuk menurunkan berat badan ke rentang normal. Beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan dalam hal ini adalah mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, tetap aktif bergerak, dan cukup istirahat.

4. Hindari minuman beralkohol dan rokok

Konsumsi minuman beralkohol dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko stroke di usia muda. Parahnya, minuman beralkohol juga dapat meningkatkan kadar trigliserida. Semakin tinggi kadar trigliserida di dalam tubuh, kemungkinan terjadinya stroke juga semakin besar.

Sementara itu, sebatang rokok mengandung tidak kurang dari 4.000 zat kimia berbahaya. Zat-zat tersebut dapat memengaruhi saraf dan peredaran darah di dalam tubuh, sehingga turut meningkatkan risiko terjadinya stroke di usia muda.

5. Turunkan risiko penyakit keturunan

Jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit diabetes melitus, darah tinggi atau penyakit lain yang berhubungan dengan stroke, lakukanlah upaya agar penyakit tersebut tidak diturunkan ke Anda. Beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat sedini mungkin, dan hindari konsumsi obat-obatan secara sembarangan.

Silakan kunjungi laman produk Inolabs Indonesia lainnya seperti Software Apotek, Software Klinik, dan Software Rumah Sakit yang semuanya berbasis web.