Blog

7 Tips Mengatasi Kecanduan Belanja Online

7 Tips Mengatasi Kecanduan Belanja Online

Dengan semakin banyaknya situs e-commerce, pelelangan online, dan fasilitas kredit tanpa kartu membuat banyak orang semakin mudah mengeluarkan uang untuk berbelanja.

Berbagai fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan tersebut tidak masalah untuk digunakan, jika Anda paham dengan batas wajarnya.

Hal yang menjadi masalah adalah ketika berbagai kemudahan tersebut membuat Anda melakukan belanja secara impulsif dan berlebihan.

Bagaimana cara supaya tidak belanja online berlebihan? Apalagi dengan adanya iming-iming free ongkir dan harga yang murah.

Ini adalah pertanyaan yang sangat wajar. Apalagi bagi para perempuan, begitu membaca kata “free” atau “diskon” sudah pasti dorongan untuk belanja langsung menggebu-gebu.

Berikut tujuh tips yang bisa Anda lakukan untuk mengantisipasi keinginan impulsif tersebut:

1. Buat Daftar Belanja Secara Tertulis

Saat menulis daftar belanja, Anda telah menanamkan kesadaran dalam diri untuk membeli barang yang dibutuhkan saja. Anda bisa juga memanfaatkan fasilitas reminder di smartphone milik Anda, yang menampilkan daftar belanjaan yang telah dusimpan. Hal ini membuat Anda lebih mudah menahan diri untuk tidak membeli barang di luar daftar belanjaan

2. Segera Hapus Aplikasi Belanja Online dari Smartphone Anda

Perangkat mobile seperti smartphone menjadi salah satu alat yang memudahkan Anda berbelanja online.

Untuk menghindari Anda membuka berbagai aplikasi belanja online, maka segeralah hapus aplikasi tersebut dari dalam perangkat Anda. Ini juga termasuk ampuh sebagai salah satu cara mengatasi kecanduan belanja online.

3. Belanja Hanya di Waktu yang Sudah Dipersiapkan Saja

Cobalah untuk menetapkan satu hari khusus untuk belanja. Jangan lupa untuk melakukan tips membuat daftar belanjaan, agar Anda tahu apa saja yang boleh dibeli dan memang dibutuhkan. Di luar hari khusus belanja, sebaiknya Anda hanya membawa uang secukupnya. Selain itu, jangan membawa kartu kredit di luar hari khusus tersebut.

4. Bawa Teman atau Saudara yang Kritis Soal Keuangan

Kalau Anda punya teman atau saudara dekat yang cukup kritis soal keuangan, maka ajak dia untuk pergi berjalan-jalan bersama Anda. Ia dapat membantu mengkritik Anda, jika hendak berbelanja sesuatu yang tidak diperlukan. Selain itu, Anda juga bisa bertanya banyak soal tips hemat pengeluaran darinya. Semoga saja hal ini dapat memendam sifat belanja impulsif Anda dengan cukup dalam.

5. Hentikan Subscription Terhadap Situs Belanja

Kalau Anda rajin memeriksa email promo dari situs belanja, maka sekaranglah saatnya untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Anda bisa berhenti berlangganan email informasi promo dari situs-situs tersebut, dengan memilih unsubscribe dari email yang Anda terima. Belanja online sangat mudah dilakukan, karena tinggal melakukan beberapa klik untuk menghanguskan isi rekening tabungan. Oleh karena itu, jangan biarkan diri Anda rentan belanja online, dengan cara berhenti berlangganan situs belanja online.

6. Buat Pos-Pos Pengeluaran

Setelah memisahkan rekening untuk beberapa jenis pengeluaran, Anda dapat membuat pos-pos tertentu untuk dana yang ada di dalamnya. Keinginan belanja seorang ibu rumah tangga tentu tidak terletak hanya pada satu ‘sektor’ saja. Anda mungkin ingin membeli pakaian, tas, sepatu dan barang-barang fashion lainnya untuk diri sendiri. 

Tetapi Anda mungkin juga butuh biaya untuk membeli peralatan rumah (yang sebenarnya tidak dibutuhkan tetapi hanya diinginkan) atau ingin membeli barang-barang tertentu untuk anak. Buatlah anggaran tertentu untuk keseluruhan dana belanja yang Anda miliki. 

Dengan begitu uang belanja tidak akan hanya habis pada satu jenis barang saja. Jika terasa kurang bisa-bisa Anda akan menyentuh rekening keluarga untuk menutupi kekurangan yang sebenarnya tidak krusial.

7. Segera Investasikan Uang Anda

Ketika memiliki banyak uang atau masih memiliki limit kartu kredit yang cukup besar seringkali godaan untuk berbelanja semakin besar. Daripada uang tersebut digunakan untuk belanja berlebihan, sebaiknya Anda investasikan saja.

Ada banyak pilihan produk investasi mulai dari modal minimal Rp100.000. Ketika Anda memiliki uang lebih, segera investasikan uang tersebut. Tidak ada yang salah dengan berinvestasi sebesar Rp100.000 secara terus-menerus.

Dengan begitu, Anda akan mengurangi kesempatan berbelanja online berlebihan. Justru sebaliknya aset investasi Anda akan menumpuk dan menjadi keuntungan di kemudian hari.

 

Teaser INOFARMA 2.0

Silakan kunjungi laman produk Inolabs Indonesia lainnya seperti Software Apotek, Software Klinik, dan Software Rumah Sakit yang semuanya berbasis web.